Tak seorangpun makhluk ciptaan Allah terlepas dari ujian,
cobaan, musibah oleh Allah Rabbul izzati. Bahwasanya ujian itu pasti berupa
keburukan dan juga kebaikan. Kala keburukan yang datang dahulu, maka kita harus
sabar dan berhudznuzonbillah. Kala kebaikan yang datang maka kita harus
bersyukur agar nikmat tersebut bertambah. Sebagaimana firman Allah,
Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan (Al Anbiya :35)
Inilah yang terjadi pada diriku. Panggil saja aku Fatimatul Latiefah, usiaku 22 tahun, berasal dari Solo Jawa Tengah, yang hijrah ke tempat ini. Sebuah istana tepatnya bernama ‘istana uzlah’ Tangerang. Orang-orang menyebutnya ‘penjara’. Dan karena suatu kasus akhirnya menyebabkan diriku ‘terdampar’ di sini dengan takdir Allah.
Sebelum aku masuk ke tempat ini, aku anak perempuan satu-satunya dari keluargaku. Aku termasuk anak yang manja. Saat ini aku sudah berada di ‘istana uzlah’ sebuah bangunan dengan pagar pembatas yang terasing dari dunia luar dengan berbagai peraturan. Di sinilah sekarang aku berada dan belajar bersabar dan hidup mandiri. Rasulullah bersabda,